Dompetless Makin Populer di Kalangan Gen Z, Perlukah Tetap Bawa Uang Tunai?
BankPedia.com - Kebiasaan bertransaksi tanpa dompet fisik atau dompetless kini kian lekat dengan keseharian Generasi Z. Berbekal smartphone, dompet digital, mobile banking, dan QRIS, generasi yang akrab dengan teknologi ini bisa membayar hampir apa saja tanpa membawa uang tunai. Meski praktis, para pengguna tetap dianjurkan mengatur keuangan dengan bijak dan menyimpan sedikit uang tunai sebagai cadangan.
Bagi Gen Z, ponsel bukan sekadar alat komunikasi. Perangkat ini dipakai untuk memesan makanan, berbelanja, hingga membayar ongkos transportasi. Semua transaksi tersebut dapat diselesaikan lewat layar tanpa perlu merogoh dompet.
Tren ini sejalan dengan pesatnya pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia mencatat Gen Z termasuk kelompok yang turut mendorong naiknya pemakaian QRIS. Pada Juli 2025, BI kembali menyebut keterlibatan anak muda sebagai salah satu faktor yang menopang pertumbuhan sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut.
Mengutip Kumparan, kemudahan dan kecepatan menjadi alasan utama tren dompetless digemari. Pengguna cukup memindai kode QR, mengisi nominal bila diminta, lalu menuntaskan pembayaran lewat aplikasi. Metode ini pun mudah dijumpai di kafe, restoran, toko ritel, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Bank Indonesia, QRIS dirancang untuk mendukung pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Di balik kepraktisannya, transaksi nontunai punya risiko tersendiri. Karena tidak ada uang yang diserahkan secara langsung, pengeluaran bisa terasa kurang kentara. Karena itu, Gen Z disarankan rutin menyusun anggaran, mengecek riwayat transaksi, menahan belanja impulsif, serta menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP. Hindari pula jaringan internet publik yang tidak aman saat mengakses layanan keuangan.
Tren ini memperlihatkan bagaimana teknologi mengubah cara orang membayar, terutama di kalangan muda. Namun, beralih ke digital tidak berarti harus meninggalkan uang tunai sepenuhnya. Uang secukupnya tetap berguna saat baterai ponsel habis, sinyal terganggu, atau tempat transaksi belum menerima pembayaran digital. Dengan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan disiplin mengelola pengeluaran, Gen Z bisa menikmati kemudahan bayar digital tanpa mengorbankan keamanan dan kesehatan finansial.
