Moncler Re/Icons Hadirkan Cher, JENNIE, dan Grace Jones sebagai Perintis Budaya
BankPedia.id – Moncler meluncurkan koleksi Re/Icons terbaru yang menghidupkan kembali gaya-gaya ikonik dari arsip merek dan mendesainnya ulang untuk generasi baru. Tiga perintis budaya dipilih sebagai wajah kampanye ini, yakni Cher, JENNIE, dan Grace Jones. Ketiganya dikenal menempuh jalur karier sendiri, berani mengambil langkah yang tampak mustahil, dan tidak mengikuti cara yang sudah ditempuh orang lain. Sejak awal berdiri, Moncler memang selalu melengkapi penampilan para perintis paling berani di dunia, yaitu mereka yang lebih dulu menjelajah sehingga orang lain dapat mengikuti jejaknya.
Kampanye ini terinspirasi foto-foto arsip milik Lionel Terray, pendaki perintis pegunungan Alpen sekaligus kolaborator awal Moncler. Lewat potret-potret yang mencolok, ketiga sosok tampil mengenakan versi terbaru pakaian luar dan aksesori ikonik Moncler. Kampanye difoto dan disutradarai oleh Gabriel Moses, yang menempatkan setiap ikon di tengah kerumunan sebagai ekspresi individualitas yang kuat. Dengan mengangkat kisah, warisan, dan kehadiran mereka, Moses menciptakan potret sinematik yang memancarkan kekuatan, keanggunan, dan orisinalitas. Di tiga dunia yang berbeda, ketiganya tampil sebagai perintis yang menempuh jalan sendiri.
Cher: Bertahan di Puncak lewat Transformasi
Cher dinilai tidak hanya menaklukkan rintangan untuk mencapai puncak, tetapi juga bertahan di sana. Selama puluhan tahun ia memanfaatkan transformasi diri dan merangkul evolusi, melintasi batas musik, film, dan mode untuk terus membentuk gaya global serta menarik perhatian budaya pop. Dengan memadukan warisan ikonik dan sentuhan modern, Cher mewujudkan semangat inovasi dan autentisitas yang tak lekang waktu.
Ia pemenang penghargaan Emmy, Grammy, Golden Globe, dan Oscar. Semangat perintisnya melampaui batas usia dan berbagai hambatan, menyatukan banyak generasi lewat visi ekspresi diri yang berani dan autentik.
Dalam kampanye ini, Cher mengenakan jaket Moncler Re/Icons Himalaya putih dan jaket Verone hitam, dilengkapi syal kuning mencolok yang mengingatkan pada gaun syal ikonik karya Bob Mackie di acara The Cher Show. Dalam film Re/Icons, Cher menarik-narik syal sebagai candaan atas momen pengungkapan legendaris dalam acara tersebut, yang membuat para penari di sekelilingnya bergerak serentak penuh semangat.
JENNIE: Merintis Dunia yang Lebih Luas
“Impian paling luar biasa saya yaitu terus menemukan berbagai sisi diri saya yang belum pernah saya jumpai. Terus berkarya dengan bebas, mengeksplorasi hal-hal baru, dan tak pernah berhenti memiliki impian yang lebih besar.”
Karier JENNIE telah jauh melampaui asalnya di dunia K-pop. Ia tampil sebagai ikon global dan suara generasi baru, dengan pengaruh yang meluas ke musik, mode kelas atas, dan penciptaan dunia digital. Ia berbicara langsung kepada orang-orang lintas generasi dan negara yang menjadikannya panutan dalam merangkul individualitas, sehingga disebut sebagai perintis global tipe baru yang membantu menciptakan dunia lebih luas bagi seni, kreativitas, dan identitas.
JENNIE mengenakan jaket Moncler Re/Icons Karakorum hitam dan rompi Tibb karamel, dikelilingi wajah-wajah dari berbagai penjuru dunia. Di tengah kerumunan besar yang terus bergerak, ia tampil menonjol sebagai cerminan jangkauan dan pengaruhnya di kancah global.
Grace Jones: Merintis Kekuatan Identitas
“Semangat perintis itu artinya tantangan. Saya suka tantangan yang membuat saya merasa telah mencapai sesuatu yang tadinya tidak mungkin dicapai.”
Grace Jones digambarkan sebagai ikon dan pendobrak tradisi yang mengubah citranya menjadi mahakarya inovatif. Ia meruntuhkan kebiasaan di dunia musik, mode, ras, dan gender untuk merintis suara, citra, dan cara hidup baru. Dengan tetap teguh pada pendiriannya, ia menjadikan gaya pribadi sebagai perisai dan mengubah energi kreatif menjadi kekuatan ekspresi diri, sekaligus membuka jalan bagi mereka yang enggan mengikuti arus.
Grace Jones mengenakan jaket Moncler Re/Icons Karakorum ungu tua, yang merujuk pada karya ikoniknya bersama sutradara Jean-Paul Goude. Dikelilingi orang-orang yang menyerupainya dengan riasan dramatis khasnya, ia menjadi cerminan pengaruhnya yang tak lekang waktu, mengaburkan batas antara yang orisinal dan ikonik, masa lalu dan masa kini.
