Sabtu, 24 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

PMA Jawa Barat Tembus Rp132 Triliun, Bekasi hingga Rebana Jadi Penopang Industri

✍️ Mita Kurniasari 🕒 20 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Foto: ANTARA/Rubby Jovan

BankPedia.id - Realisasi penanaman modal asing (PMA) di Jawa Barat mencapai Rp132 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Nilai tersebut setara dengan 17,9 persen dari total investasi asing nasional, sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu tujuan utama investor global di Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, capaian investasi tersebut perlu diimbangi dengan perbaikan infrastruktur, percepatan perizinan, dan penyelesaian berbagai hambatan usaha. Langkah itu dinilai penting agar investor dapat menjalankan kegiatan bisnis secara optimal sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

“Kalau ada kendala, saya suka mendampingi para pengusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai instansi, termasuk bertemu para menteri untuk membicarakan problem-problem yang ada,” ujar Dedi di Bandung, Selasa.

Menurut Dedi, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk menjaga kelancaran investasi, terutama di sektor industri dan manufaktur yang menjadi salah satu penopang perekonomian Jawa Barat.

Infrastruktur dan Perizinan Jadi Prioritas

Dedi menegaskan, kesiapan infrastruktur merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya tarik suatu daerah bagi investor. Dukungan jalan tol, jaringan listrik, telekomunikasi, pipa gas, hingga pasokan air bersih perlu tersedia dan terhubung dengan kawasan industri.

“Investasi itu akan datang manakala jalan tolnya baik, listriknya terkoneksi, jaringan telekomunikasinya terkoneksi, jaringan pipa gasnya terkoneksi, jaringan air bersihnya terkoneksi,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga perlu memastikan proses perizinan berlangsung cepat dan tidak menghambat aktivitas usaha. Menurut dia, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik,” ujar Dedi.

Bekasi, Karawang, dan Rebana Perkuat Industri

Dedi menyebut kawasan industri di Bekasi dan Karawang serta pengembangan kawasan Rebana, termasuk Subang dan wilayah sekitarnya, memiliki peran penting dalam ekosistem manufaktur Jawa Barat.

Pengembangan kawasan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan pelayanan perizinan yang memadai agar kegiatan industri dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk. Investasi perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan pendapatan daerah.

“Kalau kita berinvestasi Rp500 miliar, tetapi menyerap 100.000 tenaga kerja, pajak, perputaran ekonomi, infrastruktur, kemudian kembali lagi menjadi pendapatan daerah, itu jauh lebih bermanfaat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurut Dedi, perlu terus memperkuat dukungan bagi dunia usaha agar pertumbuhan investasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

MK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update