Financial Planner Ungkap Alasan Orang Downgrade Gaya Hidup dan Konsekuensinya bagi Ekonomi
BankPedia.id - Downgrade gaya hidup, yakni menurunkan gaya hidup menjadi lebih sederhana, kini makin lazim dilakukan masyarakat yang tertekan oleh naiknya harga kebutuhan. Menurut Financial Planner dari Finante Maryadi Santana, langkah ini wajar dan memang sudah semestinya diambil oleh mereka yang mulai merasa terhimpit secara finansial. Namun, ia mengingatkan agar penyederhanaan tidak dilakukan secara total dan tetap berdasarkan prioritas.
“Pada dasarnya manusia punya daya bertahan hidup dalam situasi seperti ini, dengan penyesuaian gaya hidup ini salah satu cara manusia menyelaraskan pendapatan dengan pengeluaran yang semakin mahal,” ucap dia ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (17/10/2026).
Bentuk Downgrade yang Banyak Dilakukan
Perubahan yang terlihat di masyarakat antara lain mengganti nongkrong di kafe mahal dengan menyeduh kopi di rumah, memangkas langganan layanan hiburan, dan meninggalkan kebiasaan membeli barang bermerek.
Tidak Selalu Tanda Keuangan Memburuk
Maryadi menegaskan, maraknya fenomena ini tidak berarti kondisi finansial seseorang memburuk. Ia menggambarkan pendapatan sebagai garis datar yang statis, sedangkan harga kebutuhan hidup sebagai garis yang terus menanjak. Agar tetap tercukupi, pengeluaran harus disesuaikan supaya tidak melampaui garis pendapatan.
Banyak orang yang sebenarnya masih mampu secara finansial, tetapi memilih downgrade karena paham prioritas. Mereka yang mampu biasanya tidak menyederhanakan seluruh gaya hidup sekaligus, melainkan memilih pos tertentu yang sudah diperhitungkan matang.
“Kalau ini masalah prioritas, contoh mengubah skincare akan berisiko, akan pengeluaran lebih besar jika ternyata tidak cocok dan harus ke dokter. Mungkin dengan mengubah kendaraan ada pengeluaran yang cukup bisa dipangkas tanpa nantinya bisa mengeluarkan biaya lebih besar,” jelas Maryadi.
Pada akhirnya, setiap orang harus memilih mana yang didahulukan agar tetap bisa hidup cukup di tengah mahalnya kebutuhan.
Konsekuensi yang Perlu Diwaspadai
Downgrade memang membuat seseorang lebih hemat, tetapi ada harga yang harus dibayar.
“Kualitas hidup akan semakin turun, bisa menyebabkan tekanan mental jika harus mengubah gaya hidup bagi beberapa orang,” ucap Maryadi.
Dalam skala lebih luas, fenomena ini menurunkan daya beli masyarakat sehingga berpotensi mengganggu perekonomian, sebab pendapatan pelaku usaha ikut menyusut. Karena itu, Maryadi menyarankan masyarakat tidak melakukan downgrade secara total.
Susun Anggaran Bulanan Sesuai Penghasilan
Untuk menggunakan gaji secara bijak, masyarakat disarankan membuat anggaran bulanan yang sesuai dengan penghasilan.
“Ideal masing-masing orang akan berbeda disesuaikan dengan penghasilan, kebutuhan hidup, kewajiban, dan prioritasnya. Untuk mencari ideal bagi masing-masing orang, harus buat terlebih dahulu anggaran pengeluaran selama ini, lalu perbaiki anggaran tersebut agar menjadi ideal,” pungkas dia.
