74 Persen Milenial dan Gen Z Anggap Traveling Pengeluaran Wajib, 64 Persen Rela Kurangi Tunjangan demi Fleksibilitas Liburan
BankPedia.id - Generasi Z (Gen Z) dan milenial makin menempatkan perjalanan sebagai prioritas, bahkan mau mempertimbangkan ulang pilihan pekerjaan demi fleksibilitas berlibur. Laporan American Express Travel 2026 yang dikutip TGM Research menyebut 74 persen responden milenial dan Gen Z menganggap traveling pengeluaran yang tak bisa ditawar, dan 64 persen bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit bila menawarkan fleksibilitas bepergian lebih besar. Bagi mereka, traveling bukan sekadar rekreasi, tetapi juga soal keseimbangan hidup, pemulihan dari rutinitas, dan pencarian pengalaman baru.
Traveling Memengaruhi Keuangan dan Karier
Temuan tersebut menunjukkan keinginan bepergian tidak hanya memengaruhi cara anak muda mengatur uang, tetapi juga gaya hidup dan pilihan karier. Survei Klook bersama GWI terhadap lebih dari 7.000 responden di 14 pasar, yang dilakukan pada Desember 2024 dan dipublikasikan Klook pada 2025, menambahkan bahwa 64 persen wisatawan muda memandang perjalanan sebagai kesempatan menjauh dari rutinitas dan membangun kembali kepercayaan diri.
Pengalaman Lokal Lebih Dicari daripada Sekadar Foto
Dalam 2026 Global Travel Trends Report, American Express Travel mencatat beberapa temuan tentang preferensi milenial dan Gen Z:
- 79 persen kemungkinan mencari lokakarya atau aktivitas khas destinasi pada 2026, misalnya kelas membuat tortilla di Mexico City atau lokakarya parfum di Paris.
- 69 persen menganggap membuat sesuatu dengan tangan sendiri sebagai salah satu bagian perjalanan yang paling memuaskan.
- 82 persen menilai mempelajari keterampilan baru saat liburan membuat perjalanan lebih berkesan.
- 83 persen lebih mengutamakan pengalaman autentik dibanding sekadar mengunjungi objek wisata populer.
- 82 persen kemungkinan mencoba hal tak biasa bila bisa menjadi cerita menarik untuk dibagikan.
Nilai sebuah perjalanan, dengan demikian, tak selalu diukur dari banyaknya tempat yang dikunjungi, tetapi dari pengalaman baru, interaksi dengan warga setempat, dan kesempatan belajar.
Kuliner Lokal dan Makanan Viral
Sebanyak 89 persen responden milenial dan Gen Z menganggap penting menyisihkan waktu menikmati camilan lokal selama perjalanan, dan lebih dari 75 persen kemungkinan mencari makanan yang sedang viral di destinasi. Dari responden global, 66 persen ingin mencicipi makanan yang tak ada di daerah asalnya dan 45 persen ingin mendukung bisnis lokal. Untuk menemukan camilan khas, 69 persen mengandalkan pedagang kaki lima atau gerobak makanan, 53 persen mencari di toko roti, dan 50 persen mengunjungi toko bahan makanan. Artinya, pengalaman kuliner tidak terbatas pada restoran terkenal.
Anggaran Tetap Diperhitungkan
Meski traveling dianggap penting, wisatawan muda tetap memperhitungkan kemampuan finansial. Laporan Europe Travel Insights 2026 dari TGM Research menemukan 50 persen responden usia 18-24 tahun memilih relaksasi atau liburan pantai sebagai gambaran utama perjalanan musim panas mereka. Dalam survei terhadap 255 responden kelompok usia itu, 38 persen memperkirakan anggaran perjalanan utama musim panas 2026 sebesar 500-1.000 euro per orang, sekitar Rp10 juta-Rp20 juta tergantung nilai tukar.
Angka ini menunjukkan wisatawan muda tak selalu mengejar perjalanan termurah, tetapi tetap menyusun prioritas dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga aktivitas. Membandingkan harga, memilih penginapan lebih terjangkau, dan menyesuaikan durasi bisa menjadi cara menjaga anggaran tanpa mengorbankan pengalaman penting.
Merayakan Momen Bersama Orang Terdekat
Perjalanan juga makin sering dipakai merayakan momen penting seperti pernikahan, reuni keluarga, atau ulang tahun. American Express Travel mencatat 66 persen responden global berencana bepergian pada 2026 untuk merayakan momen penting orang lain. Di antara milenial dan Gen Z yang memperpanjang perjalanan untuk keperluan itu, 49 persen ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga dan teman, 46 persen ingin menikmati destinasi sesuai keinginan sendiri, dan 45 persen memanfaatkannya untuk menjelajahi tempat baru.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, perjalanan kini berperan beragam bagi generasi muda: rekreasi, kesejahteraan pribadi, eksplorasi budaya, pengalaman kuliner, dan hubungan sosial. Namun keinginan bepergian tetap berjalan bersama pertimbangan anggaran dan fleksibilitas waktu. Tantangan bagi Gen Z dan milenial bukan hanya memilih tujuan, tetapi juga memperoleh pengalaman bermakna sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
