Minggu, 25 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Miq Iqbal di WCCE 2026: Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Masyarakat

✍️ Mita Kurniasari 🕒 24 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Miq Iqbal di WCCE 2026: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Kesejahteraan Rakyat
Miq Iqbal di WCCE 2026: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Kesejahteraan Rakyat Foto: Istimewa

BankPedia.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari angka statistik. Pertumbuhan juga harus mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kemiskinan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Pesan tersebut disampaikan Miq Iqbal dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE 2026) di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan peran ekonomi kreatif sebagai penggerak yang menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang cepat di tengah kemiskinan yang tinggi hanya akan membuat banyak masyarakat tertinggal. Kita ingin membangun NTB tanpa meninggalkan siapa pun,” ujar Miq Iqbal.

Menurutnya, tantangan pembangunan NTB bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pencapaian tersebut membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berdasarkan data yang dipaparkannya, ekonomi NTB yang mengalami kontraksi 1,47 persen pada semester I 2025 berbalik tumbuh 10,42 persen pada semester I 2026. Nilai produk domestik regional bruto (PDRB) NTB juga disebut meningkat dari sekitar Rp52 triliun pada 2010 menjadi Rp170 triliun pada 2025.

Miq Iqbal menilai perkembangan tersebut perlu diikuti penguatan struktur ekonomi agar pertumbuhan tidak bertumpu pada sektor tertentu, melainkan ditopang oleh berbagai bidang usaha yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pertanian, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Saling Menguatkan

Miq Iqbal menempatkan pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai sektor yang dapat saling mendukung dalam memperkuat perekonomian NTB.

Pertanian menyediakan bahan baku dan potensi produksi lokal, pariwisata membuka akses ke pasar yang lebih luas, sedangkan ekonomi kreatif menciptakan nilai tambah melalui inovasi, desain, pengolahan, dan pemasaran produk.

Ia mencontohkan pengalaman seorang pedagang kelapa muda di sekitar kawasan MotoGP Mandalika yang mampu menaikkan harga jual hingga tiga kali lipat setelah mengembangkan produknya menjadi coconut smoothie dengan kemasan yang lebih menarik.

“Apa yang berubah? Bukan sekadar nama atau kemasannya. Yang berubah adalah kepercayaan diri untuk berinovasi,” ungkap Iqbal.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau modal besar. Pelaku usaha dapat meningkatkan nilai jual dengan memahami kebutuhan konsumen, memperbaiki penyajian, dan menawarkan pengalaman yang berbeda.

Bagi Miq Iqbal, kreativitas menjadi cara untuk mengubah potensi yang sudah dimiliki masyarakat menjadi sumber pendapatan yang lebih baik. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi usaha kecil untuk berkembang tanpa harus meninggalkan karakter dan identitas lokal.

Manfaat MotoGP Mandalika Perlu Menjangkau UMKM

Miq Iqbal menekankan bahwa manfaat penyelenggaraan ajang internasional seperti MotoGP Mandalika seharusnya tidak berhenti pada promosi destinasi dan peningkatan kunjungan wisatawan. Momentum tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Untuk itu, pariwisata perlu dihubungkan dengan pertanian, industri pengolahan, kerajinan, kuliner, fesyen, serta berbagai subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh dari potensi daerah.

Keterhubungan antarsektor dapat membuka peluang bagi petani untuk memasok kebutuhan usaha pariwisata, UMKM untuk menjual produk kepada wisatawan, dan masyarakat setempat untuk terlibat dalam rantai nilai ekonomi.

Dengan demikian, belanja wisatawan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha pariwisata, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi produsen dan pengusaha lokal.

Tantangan pemerintah daerah berikutnya adalah memastikan pelaku usaha memperoleh akses pasar, pendampingan, peningkatan kualitas produk, pembiayaan, serta kemitraan yang berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, peluang yang muncul selama kegiatan internasional dapat berkembang menjadi sumber penghasilan dalam jangka panjang.

Pemerintah Pusat dan Daerah Perlu Perkuat Ekosistem Kreatif

Dalam WCCE 2026, Miq Iqbal tampil bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menjadi pembicara dalam sesi berbeda bersama sejumlah tokoh industri kreatif, termasuk Ernest Prakasa dan Angga Dwimas Sasongko.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.

Dukungan kebijakan, akses pembiayaan, investasi, dan pengembangan ekosistem usaha menjadi faktor penting agar pelaku ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas serta menjangkau konsumen yang lebih luas.

Di tingkat daerah, pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan upaya untuk mempertemukan potensi lokal dengan kebutuhan pasar. Pelaku usaha perlu didorong untuk meningkatkan mutu produk, memperkuat pemasaran, dan membangun kemitraan tanpa kehilangan keunikan daerahnya.

Bagi NTB, ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi untuk memperluas sumber pertumbuhan dan meningkatkan nilai tambah dari potensi yang telah dimiliki masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh seberapa dikenal produk lokal di panggung internasional. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kreativitas mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, memperkuat UMKM, dan memperluas peluang masyarakat untuk keluar dari kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas berarti memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku sekaligus penerima manfaatnya.

MK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update